Selasa, 01 Mei 2012

MENYUSUN RENCANA USAHA

Di bawah ini akan diberikan semacam pedoman untuk melakukan analisa dan memperoleh data dari setiap aspek akan mencakup :

1. Tujuan Aspek
2. Hal – hal pokok yang perlu di analisa dan ;
3. Data yang diperlukan

1. Aspek Pasar dan Pemasaran

a. Tujuan Aspek

1. Mengetahui Bentuk Pasar yang akan dimasuki baik pasar Produsen maupun pasar konsumen
2. Mengukur dan meramal Permintaan dan Penawaran
3. Mengukur Peluang Pasar dan Proyeksi Penjualan
4. Memahami Segmentasi – Target- Posisi Produk di Pasar
5. Sikap, Perilaku dan Kepuasan Konsumen
6. Program Pemasaran
a. Analisa Persaingan
b. Strategi Pemasaran

b. Hal – hal pokok yang perlu dianalisa

1. Bentuk pasar yang akan dipilih, apakah pasar Konsumen atau Produsen
2. Memperkirakan perkembangan Permintaan dan Penawaran serta akhirnya melihat peluang yang ditawarkan, yaitu dengan membandingkan Permintaan dan Penawaran, Peluang ini akan memberikan perkiraan bagi kita untuk memproyeksikan penjualan yang kita inginkan.
3. Perlunya menentukan Segmen, Target dan Posisi kita dipasar
4. Perlu menganalisa sikap, perilaku dan Kepuasaan Konsumen yang diinginkan
5. Dengan kemampuan menganalisa pesaing maka kita bisa merencanakan program pemasaran dan menentukan strategi pemasaran.
6. Biaya untuk pemasaran atau perlunya saluran distribusi

c. Data yang diperlukan

1. Bentuk pasar yang ada pada produk yang akan kita jual
2. Data Permintaan dan Penawaran Waktu lampau, atau hal lain yang bisa digunakan untuk mengestimasikan jumlah permintaan dan penawaran
3. Informasi tentang strategi penjualan produk yang kita tawarkan dan strategi yang dapat dipilih. Sebaiknya dapat mengetahui strategi penjualan dari para pesaing sehingga bisa mengantisipasi.
4. Biaya – biaya yang dikeluarkan untuk aspek ini

2. Aspek Teknik dan Teknologi Produksi

a. Tujuan Aspek

1. Menentukan Produk baik jenis, manfaat dan lain- lainnya
2. Mampu membuat skema Proses produksi sehingga dapat memperjelas cara membuat produk.
3. Membuat Perencanaan plant site
4. Menentukan dan menginvetarisasi Mesin dan peralatan yang akan digunakan.
5. Menentukan Lokasi perencanaan
6. Membuat Rencana lay out
7. Membuat atau merenovasi Bangunan dan fasilitas
8. Mengetahui dan menentukan jumlah Bahan baku dan bahan penunjang, serta ketersediaan bahan.
9. Menentukan Ketersediaan/penggunaan berbagai fasilitas
10. Merencanakan penangan Pembuangan limbah/amdal
11. Merencanakan Ongkos produksi baik biaya tetap maupun variabel.
12. Menentukan tenaga kerja baik persyaratan, kualifikasi dan kompensasi yang berkaitan dengan proses produksi
13. Membuat jadwal pengoperasian dan mulai awal produksi


b. Hal – hal pokok yang perlu dianalisa

1. Produk yang akan diproduksi
2. Proses
3. Plant site
4. Kebutuhan bahan
5. Perencanaan Lay out
6. Fasilitas yang dibutuhkan
7. Tenaga Kerja
8. Jadwal


c. Data yang diperlukan

1. Ketersediaan Bahan
2. Ketersediaan Mesin dan Peralatan
3. Ketersediaan Tenaga Kerja
4. Persyaratan Bangunan
5. Biaya – Biaya yang dikeluarkan pada aspek ini

3. Aspek Manajemen dan Organisasi

a. Tujuan Aspek

1. Mengetahui Identitas Proyek/Bisnis ( Nama, Bentuk Badan Usaha, Pelaksana, Pemilik, Proponen dll)
2. Mengetahui persyaratan dan Menentukan Legalitas Proyek/Bisnis (Badan Hukum, NPWP, SIUP dll )
3. Membuat Pengorganisasian (termasuk struktur, tugas dan wewenang)
4. Membuat Analisa Pekerjaan
5. Merencanaan SDM(jumlah tenaga yang dibutuhkan, persyaratan/kualifikasi, rekrutmen dan seleksi, kompensasi, keselamatan dan kesehatan kerja, pelatihan dll)

6. Merencanaan kegiatan dan Penjadwalan Kegiatan

d. Hal – hal pokok yang perlu dianalisa

1. Efisiensi dan Efektifitas Organisasi
2. Efisiensi dan Efektifitas Tenaga Kerja yang diperlukan
3. Analisa pekerjaan dan jabatan
4. Analisa kegiatan dan Jadwal

e. Data yang diperlukan

1. Bentuk organisasi yang efisien dan efektif
2. Ketersediaan Tenaga Kerja yang dibutuhkan
3. Upah Regional Minimum/standar penggajian
4. Peraturan pendidirian Badan Usaha
5. Peraturan ketenaga Kerjaan
6. Biaya – Biaya yang harus dikeluarkan pada aspek ini

4. Aspek Perpajakan


a. Tujuan Aspek

1. Mengetahui pajak – pajak yang menjadi kewajiban
2. Menentukan jumlah pajak yang akan dibayarkan

a. Hal – hal pokok yang perlu dianalisa

1. Peraturan Perpajakan
2. Masalah pajak dan restitusinya


b. Data yang diperlukan

1. Undang – undang perpajakan
2. Peraturan pengisian SPT
3. Pajak yang dibayarkan oleh Perusahaan


5. Aspek Keuangan


a. Tujuan Aspek

0 Mengetahui dan Menentukan Kebutuhan Dana dan Sumbernya

1 Menentukan Alokasi dana ( untuk Investasi atau aset tetap, dana operasional (working capital), Kas, biaya – biaya operasional lainnya )
2 Menganalisa Biaya Modal
3 Membuat Asumsi – asumsi yang digunakan dalam membuat proyeksi perhitungan keuangan.
4 Proyeksi Laporan Keuangan ( Laporan Rugi/Laba, Laporan Arus Kas, Laporan Neraca, Internal Rate of Return)
5 Analisa Keuangan ( minimalnya Pay Back Period, NPV, Profitabilitas)


b. Hal – hal pokok yang perlu dianalisa

1. Kebutuhan Modal/ Dana
2. Biaya Modal
3. Analisa Keuangan dan Laporan keuangan


c. Data yang diperlukan

1. Lembaga Sumber Dana dan alternatifnya
2. Jumlah Dana
3. Prosedur dan persyaratan permodalan
4. Indikator – indikator ekonomi seperti inflasi, bunga dll
5. Dasar – dasar pembiayaan.


6. Aspek Sosial Ekonomi

a. Tujuan Aspek

1. Aspek Ekonomi
a. Distribusi Nilai Tambah
b. Ketenaga Kerjaan
c. Hambatan dan dukungan

2. Aspek Sosial

b. Hal – hal pokok yang perlu dianalisa

1. Nilai tambah
2. Hambatan dan dukungan

c. Data yang diperlukan

1 Kondisi ekonomi

2 Lembaga yang terkait

CONTOH STUDI KELAYAKAN BISNIS

Studi kelayakan bisnis merupakan langkah awal memulai bisnis Studi kelayakan bisnis adalah sebuah penelitian mendalam tentang bisnis yang akan dijalani menyagkut banyak aspek hukum ,sosbud, manajemen keuangan, teknis operasional dan teknologi sampai pada pemasaran. dengan pertimbangan semua hal tersebut maka hasil Studi kelayakan bisnis akan digunakan sebagi acuan apakah bisnis tersebut layak dilanjutkan atau ditunda atau bahkan dibatalkan.


Aspek yang terdapat pada studi kelayakan bisnis yang terdiri dari berbagai aspek yang sudah disebutkan di atas antara lain :


1. Aspek hukum dan adminstrasi

terkait aspek legal yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku termasuk :

a. Perijinan :

i) Izin lokasi :
ii) Izin usaha :

• Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum lainnya.

• NPWP (nomor pokok wajib pajak)

• Surat tanda daftar perusahaan

• Surat izin tempat usaha dari pemda setempat

• Surat tanda rekanan dari pemda setempat

• SIUP setempat

• Surat tanda terbit yang dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Penerangan


2. Aspek sosial ekonomi dan budaya

Berkaitan dengan dampak yang diberikan kepada masyarakat karena adanya suatu proyek tersebut :

a. Dari sisi budaya

Mengkaji tentang dampak keberadaan peroyek terhadap kehidupan masyarakat setempat, kebiasaan adat setempat.

b. Dari sudut ekonomi

Apakah proyek dapat merubah atau justru mengurangi income per capita panduduk setempat. Seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk, pendapatan nasional atau upah rata-rata tenaga kerja setempat atau UMR, dll.

c. Dan dari segi sosial

Apakah dengan keberadaan proyek wilayah menjadi semakin ramai, lalulintas semakin lancar, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik dan lainnya, pendidikan masyarakat setempat.


Untuk mendapatkan itu semua dengan cara wawancara, kuesioner, dokumen, dll. Untuk melihat apakah suatu proyek layak atau tidak dilakukan dengan membandingkan keinginan investor atau pihak yang terkait dengan sumber data yang terkumpul.


3. Aspek pasar dan pemasaran

Berkaitan dengan adanya peluang pasar untuk suatu produk yang akan di tawarkan oleh suatu proyek tersebut :

• Potensi pasar

• Jumlah konsumen potensial, konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli.

Tentang perkembangan/pertumbuhan penduduk :

• Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka membeli barang mencakup tentang perilaku, kebiasaan, preferensi konsumen, kecenderungan permintaan masa lalu, dll.

• Pemasaran, menyangkut tentang starategi yang digunakan untuk meraih sebagian pasar potensial atau pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi tersebut dalam meraih besarnya market share.


4. Aspek teknis dan teknologi

Berkaitan dengan pemilihan lokasi peroyek, jenis mesin, atau peralatan lainnya yang sesuai dengan kapasitas produksi, lay out, dan pemilihan teknologi yang sesuai.


5. Aspek manajemen

Berkaitan dengan manajemen pembangunan proyek dan operasionalnya.


6. Aspek keuangan

Berkaitan dengan sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan.

Tiga Sumber Pertumbuhan Bisnis

Sebagai pebisnis, siapa yang tak ingin tumbuh dan menghasilkan profit signifikan? Namun tentu, tak sembarang meraup keuntungan. Jika salah langkah, uang dapat muncul dan lenyap dengan cepat. Karena itu, ada beberapa sumber growth yang bisa dimanfaatkan.

Menurut Direktur Program Manajemen di Sekolah Bisnis Bina Nusantara, Tubagus Hanafi Soeriaatmadja, ada tiga poin pertumbuhan. Pertama, portofolio momentum yaitu pertumbuhan organik perusahaan seiring dengan pertumbuhan segmen pasar yang dimasukinnya. Portofolio momentum diperoleh ketika perusahaan memanfaatkan strategi blue ocean/ inovasi sehingga mampu menciptakan pasar baru.

“Inilah yang dilakukan oleh Apple dengan produk iPod dan iTunes. Apple menciptakan pasar baru. Penikmat musik bisa membeli laju yang diinginkan saja, tidak perlu membeli 1 CD dan dipaksa mendengar 10 sampai 12 lagu yang belum tentu disukai,” kata Hanafi. Selanjutnya, pasar pun tumbuh seiring dengan pertumbuhan Apple dan perusahaan yang  ‘ikut-ikutan’ memunculkan fitur yang sama.

Kedua, share gain. Ini merupakan pertumbuhan organik perusahaan yang diperoleh dari bertambah/berkurang nya pangsa pasar perusahaan tersebut dari pesaingnya. Share Gain diperoleh ketika perusahaan menggunakan strategi continues improvement yang mampu menghasilkan produk dengan fitur lebih banyak, lebih murah dan services yang lebih baik.

“Perusahaan otomotif Jepang maupun operator telekomunikasi Indonesia adalah contoh baik dalam strategi share gain ini. Artinya, pertumbuhan segmen pasarnya sudah relative kecil sehingga perusahaan-perusahaan yang ada dalam pasar tersebut mulai berebut pangsa pasar,” jelas Hanafi.

Ketiga, merger and acquisition. Ini berarti pertumbuhan nonorganik yang mendapatkan hasil dari menggabungkan, membeli ataupun menjual perusahaan. Akuisisi / merger dilakukan bila pasar sudah tidak memadai lagi untuk mengakomodasi tingkat pertumbuhan yang diinginkan. Wal Mart tumbuh pesat dengan mengakuisisi perusahaan-perusahaan ritel diseluruh dunia.

Bentuk manajemen dan kompetensi SDM tentu bergantung pada strategi mana yang diambil untuk tumbuh. Untuk perusahaan yang berfokus pada inovasi tentu membutuhkan sistem manajemen dan organisasi yang mendukung kreativitas dan inovasi terutama di tingkat strategi serta toleransi terhadap risiko yang cukup besar. Organisasi dapat menopang pertumbuhan bila memiliki sistem pengukuran kinerja yang terukur dan obyektif. Alat ukur yang sering disebut dengan KPI (Key Performance Indicator) harus berdasarkan pada strategi pertumbuhan yang dipilih.(Acha)

http://swa.co.id/updates/inilah-tiga-sumber-pertumbuhan-bisnis

Keuntungan menggunakan Cloud Computer

Cloud computing tidak lama lagi akan menjadi realita, dan ini akan memaksa para IT professional untuk cepat mengadaptasi yang dimaksud dengan teknologi ini. Akibat dari keadaan sosial ekonomi yang terus mengalami revolusi yang sangat cepat sehingga melahirkan cloud computing, dimana teknologi ini dibutuhkan untuk kecepatan dan realibilitas yang lebih dari teknology yang sebelumnya sehingga teknologi ini nantinya akan mencapai pada tingkat investasi dalam term cloud service yang cepat dan mudah.

Cloud sudah hadir di depan kita saat ini, namun apa itu cloud ? kemana tujuanya ? dan apa resikonya? dan bagaimana organisasi IT mempersiapkan ini ? itulah pertanyaan yang setidaknya akan hadir oleh beberapa praktisi ataupun peminat IT, Cloud computing pada dasaranya adalah menggunakan Internet-based service untuk meng support business process. Cloud service biasanya memiliki beberapa karakteristik, diantaranya adalah:

Sangat cepat di deploy, sehingga cepat berarti instant untuk implementasi.
Nantinya biaya start-up teknologi ini mungkin akan sangat murah atau tidak ada dan juga tidak ada investasi kapital.
Biaya dari service dan pemakaian akan berdasarkan komitmen yang tidak fix.
Service ini dapat dengan mudah di upgrade atau downgrade dengan cepat tampa adanya Penalty.
Service ini akan menggunakan metode multi-tenant (Banyak customer dalam 1 platform).
Kemampuan untuk meng customize service akan menjadi terbatas.

Teknologi cloud akan memberikan kontrak kepada user untuk service pada 3 tingkatan:
Infrastructure as Service, hal ini meliputi Grid untuk virtualized server, storage & network. Contohnya seperti  Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage Service.
Platform-as-a-service: hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini memungkinkan developer untuk tidak memikirkan hardware dan tetap fokus pada application development nya tampa harus mengkhawatirkan operating system, infrastructure scaling, load balancing dan lainya. Contoh nya yang telah mengimplementasikan ini adalah Force.com dan Microsoft Azure investment.
Software-as-a-service: Hal ini memfokuskan pada aplikasi denga Web-based interface yang diakses melalui Web Service dan Web 2.0. contohnya adalah Google Apps, SalesForce.com dan social network application seperti FaceBook.

Beberapa investor saat ini masih mencoba untuk mengekplorasi adopsi teknologi cloud ini untuk dijadikan bisnis sebagaimana  Amazon dan Google telah memiliki penawaran khusus pada untuk teknologi cloud, Microsoft dan IBM juga telah melakukan investasi jutaan dollar untuk ini.

Melihat dari tren ini kita dapat memprediksi masa depan, standard teknologi akan menjadi lebih sederhana karena ketersediaan dari banyak cloud service.
Lalu apa resikonya ?

Sebagaimana yang dikatakan sebagai bisnis service, dengan teknologi cloud anda sebaiknya mengetahui dan memastikan apa yang anda bayar dan apa yang anda investasikan sepenuhnya memang untuk kebutuhan anda menggunakan service ini. Anda harus memperhatikan pada beberapa bagian yaitu:
Service level – Cloud provider mungkin tidak akan konsisten dengan performance dari application atau transaksi. Hal ini mengharuskan anda untuk memahami service level yang anda dapatkan mengenai transaction response time, data protection dan kecepatan data recovery.
Privacy - Karena orang lain / perusahaan lain juga melakukan hosting kemungkinan data anda akan keluar atau di baca oleh pemerintah U.S. dapat terjadi tampa sepengetahuan anda atau approve dari anda.
Compliance - Anda juga harus memperhatikan regulasi dari bisnis yang anda miliki, dalam hal ini secara teoritis cloud service provider diharapkan dapat menyamakan level compliance untuk penyimpanan data didalam cloud, namun karena service ini masih sangat muda anda diharapkan untuk berhati hati dalam hal penyimpanan data.
Data ownership – Apakah data anda masih menjadi milik anda begitu data tersebut tersimpan didalam cloud? mungkin pertanyaan ini sedikit aneh, namun anda perlu mengetahui seperti hal nya yang terjadi pada Facebook yang mencoba untuk merubah terms of use aggrement nya yang mempertanyakan hal ini.
Data Mobility – Apakah anda dapat melakukan share data diantara cloud service? dan jika anda terminate cloud relationship bagaimana anda mendapatkan data anda kembali? Format apa yang akan digunakan ? atau dapatkah anda memastikan kopi dari data nya telah terhapus ?

Untuk sebuah service yang masih tergolong kritis untuk perusahaan anda, saran terbaik adalah menanyakan hal ini se detail detailnya dan mendapatkan semua komitmen dalam keadaan tertulis.
Apa yang dilakukan Smart Company saat ini ?

Ada banyak kesempatan pada organisasi IT khususnya untuk mensosialisasikan cloud service. Banyak organisasi yang mencoba untuk menambahkan firut ini kepada infrastruktur yang mereka miliki sebelumnya untuk mengambil keuntungan dari “cloud bursting“; khususnya jika anda membutuhkan kapasitas ekstra atau ekstra aktifitas, anda dapat memanfaatkan cloud ketimbang melakukan investasi resource secara in-house.

Development/test dan beberapa aktifitas yang mirip juga menjadi tempat yang bagus untuk cloud, memungkinkan anda untuk mengurangi pengeleluaran perkapita dan biaya data center yang terus meingkat dari sisi kecepatan dan uptime.

Sedangkan perusahaan yang tidak segan segan untuk mengimplementasi teknologi cloud untuk data mereka dan menyimpan nya sebagai fasilitas mereka sendiri untuk memastikan kebijakan perusahaan tersimpan dengan baik tentunya akan lebih baik, sehingga memastikan proses komputerasisasi pada cloud sebagai sistem proses yang dibutuhkan akan lebih independen.
Apakah anda siap ?

Jika organisasi anda baru saja mengeksplorasi teknologi cloud ada beberapa cloud service yang sudah cukup mapan dan dapat di pertimbangkan misalnya sebagai e-mail service. Namun untuk masalah sekuriti, dengan mengembangkan internal infrastruktur anda menjadi model cloud akan lebih baik.

Dengan begini role IT kini ikut berperan dalam hal business model yang dibutuhkan untuk perekonomian saat ini. Bagaimana anda meningkatkan kecepatan dan uptime ? dan bagaimana anda dapat men support business operation dengan sedikit dan pengeluaran yang fix?

Langkah awal yang harus anda lakukan adalah mempelajari sistem kontrak dari cloud service. pastikan setiap process menjadi simple, dapat berulang ulang dan menjadi nilai tambah untuk bisnis anda.

Kedua, anda harus mengidentifikasi service apa yang dapat anda manfaatkan di dalam cloud dan mana yang seharusnya bersifat internal. Hal ini sangat penting untuk anda ketahui mengenai system dan service core yang dapat dimanfaatkan oleh bisnis anda. dan sebaiknya anda mengkategorikan beberapa elemen bisnis anda berdasarkan resiko dari penggunaan cloud service.

Langkah terakhir, anda harus melakukan strategi sourcing untuk mendapatkan biaya yang sangat murah, namun memiliki scalability dan flexibility untuk kebutuhan bisnis anda. Hal ini termasuk pertimbangan akan proteksi data ownership dan mobility, compliance dan beberapa element seperti halnya kontrak IT tradisional.

http://www.worldfriend.web.id/computer/599-keuntungan-menggunakan-cloud-computer

Cloud Computing dan Keuntungan Layanan Publik

Bagi pengguna komputer nama OS seperti Windows XP, Windows Vista atau Windows Seven pastinya telah begitu akrab di telinga. Namun, pernahkah anda mendengar tentang OS bernama Windows Azure? Hmm, sebagian besar pasti belum tahu. Windows Azure bukanlah OS terbaru keluaran microsoft setelah windows seven. Azure merupakan Sistem Operasi yang dibuat microsoft untuk spesifikasi pengoperasian komputer berbasis Cloud, atau yang biasa disebut dengan Cloud Computing. Wah... Istilah apalagi ini? melalui tulisan singkat ini akan diperkenalkan tetang istilah Cloud Computing.

 Cloud Computing, atau komputasi awan merupakan bentuk layanan aplikasi yang memanfaatkan koneksi internet berkecepatan tinggi (broadband internet) untuk memperkaya fungsi dari komputer, mulai dari fungsi penyimpanan data, pengolahan dokumen, sampai dengan pembuatan aplikasi yang kompleks dan game online. Menurut jenisnya, cloud computing terbagi menjadi 3 yakni Software as a Service, Platform as a Service, dan Infrastructure as a service. Layanan cloud computing yang telah banyak disediakan saat ini adalah Software as a Service (disingkat SaaS). Secara singkat SaaS dapat dijelaskan sebagai bentuk layanan software yang disediakan secara online. Misalkan anda tidak memiliki Microsoft Office di komputer dan tidak ingin membelinya karena harga lisensi yang mahal, SaaS bisa merupakan solusi alternatif. Anda dapat berlangganan dalam tempo waktu tertentu untuk menggunakan software office dengan biaya yang relatif murah (dengan syarat komputer terkoneksi dengan internet tentu saja). Layanan ini sama seperti layanan prabayar pada kartu ponsel. Kita membayar secara berkala untuk menggunakan layanan telepon satelit. Pemakaian software dapat diperpanjang, atau dihentikan, seluruhnya terserah pada pengguna.

 Spesifikasi utama aplikasi yang tergolong sebagai SaaS adalah aplikasi yang sepenuhnya berjalan di sisi server, artinya software tersebut tidak perlu diinstall di komputer pengguna. User dapat menggunakan software tersebut menggunakan browser atau OS yang dirancang khusus untuk menjalankan aplikasi itu (Microsoft Windows Azure, Google Chrome OS). Keuntungan utama Software Cloud Computing adalah hematnya pemakaian sumber daya CPU dan ruang hardisk. Software ini tidak terlalu membutuhkan komputer dengan spesifikasi yang tinggi. Sumber daya CPU hanya digunakan untuk berkomunikasi dengan server saja dan selebihnya software sepenuhnya berjalan di komputer server. Dan karena software tidak perlu diinstall, maka ruang hardisk dapat dihemat. Namun kelemahannya tanpa adanya koneksi internet yang cepat dan stabil. Tidak peduli seberapa cepat dan hebatnya komputer anda, software tidak akan dapat digunakan. Dan memang sepertinya kebutuhan akan adanya koneksi internet cepat adalah kelemahan yang sangat menganggu digunakannya layanan ini.

 Di negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, China, dan Jepang koneksi internet cepat telah dapat dinikmati dengan murah dan terjamin sama halnya seperti fasilitas listrik dan air, tetapi lain halnya di Indonesia. Koneksi internet cepat, tarifnya masih relatif mahal, kecuali anda memiliki banyak uang atau bekerja di kantor milik perusahaan besar. Dan kalaupun anda telah berlangganan internet dengan kecepatan broadband, berlangganan Cloud Computing tetap saja bukanlah solusi. Mengapa? Karena SaaS dibuat untuk pengguna yang tidak mampu membeli lisensi penuh software. Untuk apa menggunakan Cloud Computing Software jika secara total ternyata biaya yang dikeluarkan lebih mahal daripada membeli software itu sendiri. SaaS dapat diibaratkan seperti jasa layanan publik seperti telepon umum dan laundry, dimana layanan tersebut disediakan untuk masyarakat umum yang kurang mampu untuk memilikinya sendiri. Untuk apa menggunakan layanan laundry jika biayanya mahal, bukankah lebih baik mengumpulkan uangnya dan membeli mesin cuci sendiri?

 Jenis Cloud Computing yang tidak kalah populer dibanding dengan SaaS adalah Platform as a Service (PaaS). Menurut saya pribadi, jenis layanan cloud computing ini perlu diperhitungkan karena sangat berpotensi untuk menghasilkan keuntungan bisnis. Platform as a Service merupakan layanan berbasis sebuah platform. PaaS menyediakan peralatan siap pakai untuk membuat aplikasi yang berjalan diatas platform tertentu. Jika SaaS menyediakan layanan aplikasi siap-pakai, PaaS menyediakan sumber daya server untuk membuat aplikasinya. PaaS dapat digambarkan seperti aplikasi Visual Basic atau Visual FoxPro milik Microsoft, dimana pengguna dapat membuat sebuah software yang berjalan diatas platform OS Windows. Situs-situs besar yang telah menyediakan layanan PaaS adalah Yahoo, Google dan Facebook. Contohnya Google AppEngine, yang menyediakan layanan untuk membuat software berbasis layanan Google. Facebook juga menyediakan layanan PaaS yang sering dimanfaatkan untuk membuat game-game diantara para pengguna facebook. Contohnya perusahaan bernama Zynga pencipta game Farmville yang memiliki penggemar lebih dari 80 juta orang. Zynga konon berhasil meraup untung lebih dari 100 juta dollar melebihi keuntungan yang diperoleh Facebook sendiri.

 Pada paragraf sebelumnya saya telah membahas tentang kekurangan dari penggunaan layanan SaaS khususnya di Indonesia dimana biaya berlangganan internet berkecepatan tinggi masih relatif mahal. Kabar baiknya adalah anda tidak harus menjadi pengguna SaaS. Ayo, janganlah selalu berpikir konsumtif. Ubahlah perilaku konsumtif itu menjadi produktif. Kenapa tidak kita saja yang membuat sendiri dan menyediakan layanan Software untuk publik? Mungkin di Indonesia penggunanya masih rendah, namun bagaimana dengan di luar negeri? bukankah internet merupakan media yang dapat diakses di seluruh dunia? Menggunakan PaaS Cloud Computing, kita dapat mulai membuat aplikasi itu. Apakah sulit? tidak sulit. Beberapa orang di tanah air kita ini sudah ada yang membuatnya hanya dengan bahasa PHP. Coba saja ketik melalui google "Kamus terjemah Online", atau "konversi gambar Online", anda akan menemukan beberapa website lokal yang berhasil membuat aplikasi sederhana menyediakan servis konversi gambar, servis terjemahan bahasa, dan lain sebagainya.

 Menyediakan layanan publik yang murah dan berkualitas akan selalu memberikan keuntungan yang berlipat ganda. Pernyataan ini selaras dengan prinsip keberhasilan pedagang yang sukses: "Lebih baik menjual banyak dengan sedikit keuntungan, daripada menjual sedikit dengan keuntungan yang banyak". Kenapa begitu? Karena publik berarti umum dan umum berarti siapa saja dapat menikmatinya tanpa terkecuali. Entah yang kaya, miskin, pria, wanita, anak-anak. Layanan publik yang bagus sama seperti musik yang bagus, siapapun dapat menikmatinya. Dan selama masih banyak orang yang menyukai musik itu, ciptaan tersebut akan selalu disetel dan didengarkan orang. Seperti grup musik The Beatless. Meskipun beberapa personil band tersebut telah meninggal, namun anak cucu dari band The Beatless sampai sekarang masih menikmati keuntungan royalti dari grup itu. Oleh karena itu, jangan meremehkan kekuatan publik.


*) Oleh Gute Mahendra, beberapa deskripsi diambil dari majalah Berita Indonesia edisi 77.
http://www.bizitstudio.com/mobile/artikel-125-cloud-computing-dan-keuntungan-layanan-publik.html

‘Si Awan’ Makin Populer, Bisnis Virtualisasi Kecipratan Untung

VMware Inc, pemimpin global dalam infrastruktur virtualisasi, mengakui ‘gembar-gembor’ kehebatan komputasi awan berdampak pada bisnis virtualisasi. Pasalnya, teknologi tersebut menjadi fondasi dalam menciptakan private cloud. Bahkan, keuntungan diperkirakan naik dua kali lipat dibandingkan 2010.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Country Manager  Indonesia, Andreas Kagawa, saat ditemui di salah satu gedung perkantoran di Jakarta. “Pada dasarnya, komputasi awan merupakan semacam pendekatan di dunia komputasi yang berusaha meningkatkan efisiensi berdasarkan permintaan, infrastruktur virtualisasi dan pola konsumsi sebagai layanan.” Karena itu, sistem virtualisasi merupakan ‘kewajiban’ bagi perusahaan jika ingin masuk ke ranah komputasi awan.

Berbicara soal virtualisasi, VMWare mengaku bahwa perusahaan akan mengalami efisiensi dalam lingkup energi yang dibutuhkan untuk penggunaan server, cooling, tempat penyimpanan server, set-up, konfigurasi, manajemen, layanan pendukung dan masih banyak lagi. Di Indonesia, pengguna virtualisasi VMWare sekitar 200 perusahaan sehingga membuat VMware memperoleh kenaikan revenue per kuartal, sejak 2010, sekitar 20% sampai 25%. Yang menarik, dalam menyediakan layanan, Vmware menggandeng HP, IBM, Dell, Fujitsu, Cisco, NetApp dan masih banyak ‘nama besar’ lain di dunia teknologi.

“Penghematan virtualisasi mencapai 1:10. Ini berarti, perusahaan hanya membutuhkan satu server untuk mengerjakan 10 fungsi server jika memanfaatkan fitur virtualisasi. Bahkan, salah satu perusahaan Indonesia hanya butuh 70 host untuk menampung 2500 server virtual,” kata Andreas yang mengaku optimis dengan dunia virtualisasi. Apalagi, berdasarkan data Gartner di Desember 2009, 84% aplikasi virtualisasi di dunia menggunakan Vmware.

Ada tiga kesempatan besar dalam pengembangan virtualisasi di Indonesia. Pertama, beberapa perusahaan papan atas yang bergerak di industri telekomunikasi, keuangan dan pemerintah mulai memanfaatkan komputasi awn. Kedua, kesempatan bisnis di ranah SaaS mengingat beberapa service provider dan produsen software lokal menggunakan SaaS. Terakhir, kemunculan Cloud Securities Alliance (CSA) Indonesia sebagai cara meningkatkan pengamanan dalam aplikasi awan.

“Vmware memperkenalkan Vmware vSphere 5 yang mendukung virtual machines (VM) yang empat kali lipat lebih kuat dibandingkan versi sebelumnya dan mampu mendukung memori hingga 1 terabyte dan 32 CPU virtual. Selain itu, VM ini juga mampu memproses lebih dari 1 juta operasi I/O per detik,” kata Andreas lagi. Berdasarkan survei APJ 2010 terhadap 114 perusahaan Indonesia, sektiar 85% perusahaan ingin mengadopsi komputasi awan untuk sistem IT mereka. Selain itu, 41% pebisnis memilih private cloud dan 44% memilih hybrid cloud.

source : http://swa.co.id/updates/si-awan-makin-populer-bisnis-virtualisasi-kecipratan-untung