Selasa, 01 Mei 2012

Cloud Computing dan Keuntungan Layanan Publik

Bagi pengguna komputer nama OS seperti Windows XP, Windows Vista atau Windows Seven pastinya telah begitu akrab di telinga. Namun, pernahkah anda mendengar tentang OS bernama Windows Azure? Hmm, sebagian besar pasti belum tahu. Windows Azure bukanlah OS terbaru keluaran microsoft setelah windows seven. Azure merupakan Sistem Operasi yang dibuat microsoft untuk spesifikasi pengoperasian komputer berbasis Cloud, atau yang biasa disebut dengan Cloud Computing. Wah... Istilah apalagi ini? melalui tulisan singkat ini akan diperkenalkan tetang istilah Cloud Computing.

 Cloud Computing, atau komputasi awan merupakan bentuk layanan aplikasi yang memanfaatkan koneksi internet berkecepatan tinggi (broadband internet) untuk memperkaya fungsi dari komputer, mulai dari fungsi penyimpanan data, pengolahan dokumen, sampai dengan pembuatan aplikasi yang kompleks dan game online. Menurut jenisnya, cloud computing terbagi menjadi 3 yakni Software as a Service, Platform as a Service, dan Infrastructure as a service. Layanan cloud computing yang telah banyak disediakan saat ini adalah Software as a Service (disingkat SaaS). Secara singkat SaaS dapat dijelaskan sebagai bentuk layanan software yang disediakan secara online. Misalkan anda tidak memiliki Microsoft Office di komputer dan tidak ingin membelinya karena harga lisensi yang mahal, SaaS bisa merupakan solusi alternatif. Anda dapat berlangganan dalam tempo waktu tertentu untuk menggunakan software office dengan biaya yang relatif murah (dengan syarat komputer terkoneksi dengan internet tentu saja). Layanan ini sama seperti layanan prabayar pada kartu ponsel. Kita membayar secara berkala untuk menggunakan layanan telepon satelit. Pemakaian software dapat diperpanjang, atau dihentikan, seluruhnya terserah pada pengguna.

 Spesifikasi utama aplikasi yang tergolong sebagai SaaS adalah aplikasi yang sepenuhnya berjalan di sisi server, artinya software tersebut tidak perlu diinstall di komputer pengguna. User dapat menggunakan software tersebut menggunakan browser atau OS yang dirancang khusus untuk menjalankan aplikasi itu (Microsoft Windows Azure, Google Chrome OS). Keuntungan utama Software Cloud Computing adalah hematnya pemakaian sumber daya CPU dan ruang hardisk. Software ini tidak terlalu membutuhkan komputer dengan spesifikasi yang tinggi. Sumber daya CPU hanya digunakan untuk berkomunikasi dengan server saja dan selebihnya software sepenuhnya berjalan di komputer server. Dan karena software tidak perlu diinstall, maka ruang hardisk dapat dihemat. Namun kelemahannya tanpa adanya koneksi internet yang cepat dan stabil. Tidak peduli seberapa cepat dan hebatnya komputer anda, software tidak akan dapat digunakan. Dan memang sepertinya kebutuhan akan adanya koneksi internet cepat adalah kelemahan yang sangat menganggu digunakannya layanan ini.

 Di negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, China, dan Jepang koneksi internet cepat telah dapat dinikmati dengan murah dan terjamin sama halnya seperti fasilitas listrik dan air, tetapi lain halnya di Indonesia. Koneksi internet cepat, tarifnya masih relatif mahal, kecuali anda memiliki banyak uang atau bekerja di kantor milik perusahaan besar. Dan kalaupun anda telah berlangganan internet dengan kecepatan broadband, berlangganan Cloud Computing tetap saja bukanlah solusi. Mengapa? Karena SaaS dibuat untuk pengguna yang tidak mampu membeli lisensi penuh software. Untuk apa menggunakan Cloud Computing Software jika secara total ternyata biaya yang dikeluarkan lebih mahal daripada membeli software itu sendiri. SaaS dapat diibaratkan seperti jasa layanan publik seperti telepon umum dan laundry, dimana layanan tersebut disediakan untuk masyarakat umum yang kurang mampu untuk memilikinya sendiri. Untuk apa menggunakan layanan laundry jika biayanya mahal, bukankah lebih baik mengumpulkan uangnya dan membeli mesin cuci sendiri?

 Jenis Cloud Computing yang tidak kalah populer dibanding dengan SaaS adalah Platform as a Service (PaaS). Menurut saya pribadi, jenis layanan cloud computing ini perlu diperhitungkan karena sangat berpotensi untuk menghasilkan keuntungan bisnis. Platform as a Service merupakan layanan berbasis sebuah platform. PaaS menyediakan peralatan siap pakai untuk membuat aplikasi yang berjalan diatas platform tertentu. Jika SaaS menyediakan layanan aplikasi siap-pakai, PaaS menyediakan sumber daya server untuk membuat aplikasinya. PaaS dapat digambarkan seperti aplikasi Visual Basic atau Visual FoxPro milik Microsoft, dimana pengguna dapat membuat sebuah software yang berjalan diatas platform OS Windows. Situs-situs besar yang telah menyediakan layanan PaaS adalah Yahoo, Google dan Facebook. Contohnya Google AppEngine, yang menyediakan layanan untuk membuat software berbasis layanan Google. Facebook juga menyediakan layanan PaaS yang sering dimanfaatkan untuk membuat game-game diantara para pengguna facebook. Contohnya perusahaan bernama Zynga pencipta game Farmville yang memiliki penggemar lebih dari 80 juta orang. Zynga konon berhasil meraup untung lebih dari 100 juta dollar melebihi keuntungan yang diperoleh Facebook sendiri.

 Pada paragraf sebelumnya saya telah membahas tentang kekurangan dari penggunaan layanan SaaS khususnya di Indonesia dimana biaya berlangganan internet berkecepatan tinggi masih relatif mahal. Kabar baiknya adalah anda tidak harus menjadi pengguna SaaS. Ayo, janganlah selalu berpikir konsumtif. Ubahlah perilaku konsumtif itu menjadi produktif. Kenapa tidak kita saja yang membuat sendiri dan menyediakan layanan Software untuk publik? Mungkin di Indonesia penggunanya masih rendah, namun bagaimana dengan di luar negeri? bukankah internet merupakan media yang dapat diakses di seluruh dunia? Menggunakan PaaS Cloud Computing, kita dapat mulai membuat aplikasi itu. Apakah sulit? tidak sulit. Beberapa orang di tanah air kita ini sudah ada yang membuatnya hanya dengan bahasa PHP. Coba saja ketik melalui google "Kamus terjemah Online", atau "konversi gambar Online", anda akan menemukan beberapa website lokal yang berhasil membuat aplikasi sederhana menyediakan servis konversi gambar, servis terjemahan bahasa, dan lain sebagainya.

 Menyediakan layanan publik yang murah dan berkualitas akan selalu memberikan keuntungan yang berlipat ganda. Pernyataan ini selaras dengan prinsip keberhasilan pedagang yang sukses: "Lebih baik menjual banyak dengan sedikit keuntungan, daripada menjual sedikit dengan keuntungan yang banyak". Kenapa begitu? Karena publik berarti umum dan umum berarti siapa saja dapat menikmatinya tanpa terkecuali. Entah yang kaya, miskin, pria, wanita, anak-anak. Layanan publik yang bagus sama seperti musik yang bagus, siapapun dapat menikmatinya. Dan selama masih banyak orang yang menyukai musik itu, ciptaan tersebut akan selalu disetel dan didengarkan orang. Seperti grup musik The Beatless. Meskipun beberapa personil band tersebut telah meninggal, namun anak cucu dari band The Beatless sampai sekarang masih menikmati keuntungan royalti dari grup itu. Oleh karena itu, jangan meremehkan kekuatan publik.


*) Oleh Gute Mahendra, beberapa deskripsi diambil dari majalah Berita Indonesia edisi 77.
http://www.bizitstudio.com/mobile/artikel-125-cloud-computing-dan-keuntungan-layanan-publik.html

Tidak ada komentar: